![]() |
| Sumber: google.com |
Menggunakan akun virtual atau virtual account, kelompok
pembobol perbankan asal Sumatera Selatan ini melancarkan aksi kejahatannya
dengan memanfaatkan maintenance atau perbaikan data berkala pada Bank BCA. Para
pembobol yang kini sudah menjadi tersangka melancarkan aksinya dengan secara
acak melakukan pengisian deposito menggunakan akun virtuan pada sebuah aplikasi
yang dimiliki para tersangka.
Tanpa mengurangi saldo rekening milik pelaku, pengisian ke
akun virtual dilakukan secara berkali-kali, justru saldo yang berkurang adalah
uang bank yang dituju yakni Bank BCA. Menanggapi hal pembobolan Bank BCA tersebut,
Kapolda Metro Jata, Irjen Pol Nana Sudjana mengatakan dalam keterangannya
terhadap wartawan pada hari Jumat (6/3/2020) di halaman Reskrimun mengatakan.
"Kasus ini berawal dari laporan sebuah bank, yang
mengalami kerugian sekitar dua puluh dua milyar lebih, akibat dibobol dengan
cara pengisian deposito menggunakan virtual account, dan juga kartu
kredit," ujarnya.
Menurut Kapolda, berdasarkan laporan tersebut Subdit Jatanras
Polda Metro Jaya, bergerak cepat, dan mengerahkan 60 personel dengan dibantu 40
personel dari Polda Sumatera Selatan, menangkap 7 orang pelaku di wilayah
Palembang.
Selain tujuh pelaku pembobol Bank BCA, polisi juga menangkap
2 pelaku pembobol kartu kredit nasabah Bank BCA. Pengungkapan pembobol kartu
ktedit ini, pengembangan dari tertangkapnya salah satu daftar pencarian orang,
DPO pada kasus pembobolan rekening milik Ilham Bintang, beberapa minggu lalu.
Dari tangan pelaku, polisi mengamankan dua buah senjata api
jenis revolver berikut peluru, berbagai HP, buku tabungan dan kartu kredit.
Akibat perbuatan ini, pelaku diancam pasal 362, 372 Undang-Undang Republik
Indonesia tahun 2010, dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara.
Sumber: Antvklik.com

Tidak ada komentar:
Posting Komentar